Lanjutkan ke Netlog

detik lain
Halaman profil dari PramudiyaYolanda

PramudiyaYolanda

perempuan - 18 tahun, Palembang, Indonesia
91 pengunjung

Blog / Cara Mengatasi kebakaran Hutan Akibat Pembukaan Lahan Baru

Sabtu, 18 Pebruari 2012 jam 22:36

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada zaman dahulu Indonesia merupakan paru-paru dunia karena luas hutan Indonesia yang ½ hektar, merupakan hutan yang masih alami tapi hal itu sekarang sudah tidak terbukti lagi karena luas hutan di Indonesia yang mengalami penyusutan yang tinggi setiap tahunnya.
Penyusustan hutan di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia, tetapi 2 faktor tersebut yang paling dominan yaitu faktor manusia karena faktor alam itu terjadi karena ulah tanggan manusia itu sendiri yang merusak lingkungan yang melebihi batas toleransi makhluk hidup yang telah di tetapkan, yang menyebabkan seringnya terjadi bencana alam dan pencemaran di Indonesia.
Salah satu aktivitas manusia yang membuat pencemaran lingkungan adalah kebakaran hutan akibat dari pembukaan lahan baru. Pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru dapat yang sering terjadi kebakaran huan yang meluas yang dapat membuat mempertipisnya lapisan ozon yang sekarang tinggal 60% karena 40% lapisan ozon kita sudah berlubang.Lubang ozon yang menipis membuat permukaan bumi semakin panas dan tidak stabil. Selain itu jika dibiarkan dapat membahayakan kehidupan di masa depan. Tetapi semua dampak yang akan diakibatkan dari aktivitas manusia ini diabaikan saja oleh masyarakat, hal ini berbeda dengan masyarakat Desa Tebat Agung Kecamatan Rambang Dangku yang mempunyai cara-cara tersendiri untuk melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan baru tetapi tidak mengakibatkan kebakaran hutan yang meluas, karena masyarakatnya yang mempunyai cara tersendiri untuk mencegah kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembukaan lahan baru maka dari itulah penulis melakukan penelitian terhadap cara masyarakat di Desa Tebat Agung Kecamatan Rambang Dangku untuk mengantisipasi pencemaran udara akibat dari pembukaan lahan baru.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang harus diteliti sebagai berikut:
1. Bagaimana hubungan masyarakat dengan alam ?
2. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan yang meluas?
3. Bagaimana cara masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku untuk mengatasi kebakaran hutan ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penilitian ini adalah :
1. Mengetahui hubungan masyarakat dan alam.
2. Mengetahui dampak kebakaran hutan akibat pembuatan lahan baru.
3. Mengetahui cara masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku untuk mengatasi kebakaran hutan.

1.4 Manfaat Penelitian
Maanfaat penelitian ini adalah :
1. Memberi pengetahuan masyarakat bagaimana cara mengatasi kebakaran hutan yang meluas.
2. Menyadarkan masyarakat pentingnya alam bagi masyarakat
3. Dapat menjadi bahan masukan bagi masyarakat lain bagaimana cara masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku untuk mengatasi kebakaran hutan yang meluas.

1.5 Metode Penulisan
Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode :
1. Melakukan observasi terhadap pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru yang terjadi di lingkungan tempat tinggal.
2. Teknik studi pustaka.
3. Pemilahan informasi melalui jejaring internet dan media massa.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Hubungan Manusia dengan Alam
Menurut Daldjoeni ekologi geografi mempelajari bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya( Anjayani Eni, Haryanto Tri. 2009. Geogarafi SMA Kelas X. Jakarta : PT.Cempaka Putih), maksudnya manusia dengan alam atau lingkungannya harus hidup selaras tanpa saling merusak agar tetap terjadi kelestarian alam.
Manusia dengan alam sangatlah saling berkaitan satu dengan yang lainnya, manusia memerlukan alam untuk menjadi sumber kehidupannya di muka bumi ini sedangkan alam memerlukan manusia mengelolah dan
menjaga kelestariannya.

2.2 Dampak yang Ditimbulkan dari Kebakaran Hutan yang Meluas
Pencemaran udara merupakan masalah yang terjadi akibat dari kebakaran hutan yang meluas selain itu juga pencemaran udara di kehidupan di kota-koa besar terjadi karena asap industri atau asap kendaraan. Dalam hal ini Sumarya (2001 : 206) mengatakan “ Pencemaran terjadi karena sumber yaitu sumber statis dan sumber dinamis”.
Sumber statis dan dinamis ini menimbulkan dampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan atau ekosistem, dampak negatif ini mengakibatkan gangguan serti keracunan menipisnya lapisan ozon, punahnya spesies dan masih bnyak lagi dampak yang ditimbulkan dari pecemaran udara.

2.3 Cara mengatasi Kebakaran Hutan yang Meluas
Menurut Danny (2001), penyebab utama terjadinya kebakaran hutan karena aktivitas manusia dan hanya sebagian kecil yang disebabkan oleh kejadian alam. .
Salah satu macam kebakaran hutan yang meluas adalah aktivitas manusia. Pencemaran udara terjadi karena masuk atau dimasukan makhluk (Kistinnah Idun, Lestari Endang Sri. 2006. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungan. Jakarta: CV. Putra Nugraha.363) hidup,zat energi dan kompenen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam,sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

2.4 Kebakaran hutan
Menurut wikipedia kebakaran hutan adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya. Kebakaran hutan juga dapat menyebabkan dampak yang sangat merugikan masyarakat atau spesies yang ada di suatu daerah.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Hubungan Manusia dengan Alam
Manusia dan alam merupakan faktor yang ada di dalam ekosistem di permukaan bumi ini, kedua faktor ini saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Menurut Daldjoeni ekologi geografi mempelajari bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya( Anjayani Eni, Haryanto Tri. 2009. Geogarafi SMA Kelas X. Jakarta : PT.Cempaka Putih), selain itu manusia harus menjaga kelestarian alam/ lingkungan agar tidak merusak interaksi antar mereka. Interaksi antara manusia dengan lingkungannya seiring perkembangan zaman di pengaruhi langsung oleh teknologi seperti pada skema di bawah ini :

Sumber : www.mediaindonesia.com

Seperti pada skema di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan manusia dengan lingkungan tidak lah lepas dari ilmu dan teknologi, semakin berkembangnya zaman maka ilmu dan teknologi yang mempengaruhi hubungan antar manusia dengan lingkungan semakin canggih. Ilmu dan Teknologi yang mempengaruhi hubungan antar manusia dengan lingkungan dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif antar keduanya

Dampak yang positif yang ditimbulkan oleh ilmu dan teknologi yang semakin canggih yaitu

1. Dapat mengelolah sumber daya alam, dengan ilmu dan teknologi yang semakin maju sumber daya alam atau SDA dapat dengan mudah di olah menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

2. Dapat mengekspor sumber daya alam ke luar negeri dengan ilmu dan teknologi yang canggih hasil SDA yang sudah dii olah dapat dengan mudah kita ekspor ke luar negeri.

3. Dapat memasarkan sumber daya alam yang sudah di olah melalui jejaring internet dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin canggih SDA yang sudah di olah menjadi produk yang bernilai tinggi dapat kita jual melalui jejaring internet dengan menggunakan toko online kita dapat menunjukkan sampel atau foto dari produk yang ingin kita jual

Selain dampak posiif yang di dapatkan dari ilmu dan teknologi yang semakin canggih, dampak negatif dari ilmu teknologi yang semakin maju seperti, munculnya sikap individualisme masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan yang banyak tanpa memikirkan dampaknya contohnya : penebangan hutan secara ilegal, pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru dan lain-lain. Munculnya sikap individualisme masyarakat yang hanya mengiinkan keuntungan semata tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi terhadap lingkungan ini dapat menyebabkan rusaknya kelestarian lingkungan yang dapat menyakibatkan bencana alam yang dapat membahayakan masyarakat itu sendiri

3.2 Dampak yang Ditimbulkan dari Kebakaran Hutan yang Meluas

Sikap individualisme yang timbul akibat dampak negatif dari pengaruh ilmu dan teknologi yang semakin canggih yang membuat masyarakat yang merusak kelestarian lingkungan tanpa memikirkan dampak negatif yang akan terjadi seperti penebangan hutan secara ilegal, pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru dan lain-lain. Salah satu dampak negatif dari sikap individualisme masyarakat yaitu kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembukaan lahan baru yang dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat ataupun lingkungannya. Berikut dampak yang ditimbulkan dari pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru yaitu sebagai berikut :

1. Penyebaran gas karbon dioksida
Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer. Kebakaran hutan menimbulkan emisi / penyebaran sebanyak 2,6 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer (sumber majala Nature 2002). Sebagai perbandingan total emisi karbon dioksida di seluruh dunia pada tahun tersebut adalah 6 miliar ton. Di udara gas CO terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm, dalam jumlah banyak (konsentrasi tinggi) dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan menimbulkan kematian. Keracunan gas Monoksida (CO) dapat ditandai dari keadaan yang ringan, berupa pusing, sakit kepala dan mual. Keadaan yang lebih berat dapat menurunnya kemampuan gerak tubuh, serangan jantung sampai pada kematian

2. Matinya spesies
Kebakaran hutan tidak hanya membuat hilangnya berbagai jenis flora tetapi berbagai jenis fauna pun hilang akibat kebakaran hutan, mereka terjebak asap tebal dan api yang sudah mengepung habitatnya, kebakaran juga menyebabkan punahnya spesies khas di tempat itu.

3. Menyebabkan banjir dan kekeringan
Kebakaran yang menghabiskan berbagai macam tumbuhan yang dapat mencegah terjadinya banjir dapat menyebabkan banjir dalam musim kemarau, selain banjir yang melanda pada musim hujan pada musim kemarau kekeringan juga melanda daerah tersebut.

4. Ekosistem terumbu karang yang terganggu
Kebakaran hutan yang menghasilkan asap yang tebal membuat sulitnya matahari menembus dasar lautan yang dalam, sehingga membuat terumbu karang dan spesies lainnya tidak dapat melakukan fotosintesa.

5. Erosi
Kebakaran hutan yang terjadi di daerah dataran tinggi ataupun di daerah lereng pengunungan menyebabkan hilangnya tumbuhan yang di gunakan untuk menahan laju tanah pada lapisan atas untuk tidak terjadi erosi, ketiadaan akar tanah akibat terbakar sebagai pengikat akan menyebabkan tanah ikut terbawa oleh hujan ke bawah yang pada akhirnya potensial sekali menimbulkan bukan hanya erosi tetapi juga longsor.

6. Menurunnya kualitas air
Penurunan kualitas air di akibatkan karena rosi yang terjadi di hulu sungai, air hujan tidak ada lagi yang menghalangi maka ia akan membawa butiran seluruh butiran tanah yang ada di atasnya masuk kedalam sungai dan menyebabkan air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir menjadi keruh.

7. Sedimentasi di sungai
Alran sungai yang mengalir dari hulu sungai ke hilir dengan membawa butiran tanah yang telah mengendap di sungai / lumpur membuat mengendapnya lumpur di bagian hilir sungai dan mengakibatkan meluapnya sungai tersebut.

8. Menipisnya lapisan ozon
Asap yang tebal akibat dari pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru akan naik ke atas atsmosfer, asap yang naik ke atas yang mengandung senyawa yang berbahaya dapat membuat lebarnya lubang lapisan ozon kiata yang sekarang tinggal 60% karena 40% lapisan ozon telah berlubang.

9. Menggangu aktivitas masyarakat
Asap yang tebal akibat dari kebakaran hutan yang terjadi di suatu daerah dapat juga terjadi di daerah lain karena terbawa hembusan angin yang kencang. Asap yang menyelimuti suatu daerah dapat menghalangi jarak penglihatan masyarakat sehingga aktivitas berpergian atau aktivitas lainnya terganggu.

10. Terganggunya hubungan antar negara
Asap yang merupakan hasil dari pemabakaran hutan di Indonesia dapat juga terjadi di negara lain karena terbawa angin, asap yang berasal dari Indonesia akibat pembakaran hutan. Situasi ini membuat hubungan kedua negara terganggu meraka mengkomplen atas asap kiriman dari Indonesia, mereka menyuruh pemerintah Indonesia menanggapi segera tentang kebakaran hutan di Indonesia agar negara mereka tidak mendapatkan asap kiriman lagi yang dapat menggangu aktivitas negara tersebut.

Dampak kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembakaran hutan untuk pembuatan lahan baru sangatlah banyak tetapi masyarakat tidak menyadari dampak-dampak yang akn terjadi apabila kita merusak kelestarian alam.

3.3 Cara Masyarakat di Desa Tebat Agung Kecamatan Rambang Dangku untuk Mengantisipasi Kebakaran Hutan yang Meluas Akibat dari Pembukaan Lahan Baru
Banyak masyarakat sekarang yang tidak memperdulikan dampak yang akan terjadi akibat kebakaran huan yang meluas untuk pembuatan lahan baru, sikap acu masyarakat ini di sebabkan oleh pengaruh ilmu teknologi yang canggih yang membuat masyarakat hanya memikirkan keuntungan sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi nantinya. Hal ini berbeda dengan masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku yang mempunyai 2 cara tersendiri untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembukaan lahan baru, berikut 2 cara masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku untuk mengantisipasi kebakaran hutan agar tidak terjadi kebakaran yang meluas :
Cara yang Pertama :
1. Mengajak sanak keluarga dan tetangga untuk ikut membakar hutan untuk pembuatan lahan baru.

2. Menebangi lahan yang akan dibuka secara gotong royong.

3. Mengkekas (dibuat len keliling) dengan lebar 2 meter dari pinggir lahan agar api tidak merayap ke kebun/ hutan yang lain.

4. Pada waktu membakar dimulai dari pinggir lahan yang sudah ditebangi supaya api merayap ke tengah lahan yang akan di buka.

5. Sanak keluarga dan tetangga yang ikut membakar api bertugas untuk menjaga api agar jangan merayap ke kebun/ hutan yang lain.

Cara yang Kedua :
1. Mengajak sanak keluarga dan tetangga untuk ikut membakar hutan untuk pembuatan lahan baru.

2. Menebangi lahan yang akan dibuka secara gotong royong.

3. Memisahkan antara kayu yang besar dengan ranting dan dedaunan, kayu yang besar dapat di pergunakan untuk bahan bangunan atau di jual kembali sedangkan ranting dan daun di kumpulkan beberapa tumpukan kemudian di bakar guna menghindari kebakaran hutan yang luas dan menggurangi pencemaran udara

Namun cara yang kedua ini jarang di gunakan masyarakat karena di anggap kurang evisien oleh masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku, masyarakat lebih senang menggunakan cara yang pertama karena di anggap lebih evisien oleh masyarakat.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah :
1. Masyarakat dan lingkungan mempunyai hubungan yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

2. Sikap individualisme yang timbul di masyarakat dipengaruhi oleh ilmu dan teknologi yang semakin canggih.

3. Dampak dari kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembukaan lahan baru tidak di pedulikan oleh masyarakat.

4. Masyarakat Desa Tebat Agung Kecamaan Rambang Dangku mempunyai 2 cara tersendiri untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembakaran hutan untuk pembukaan lahan baru.

5. Cara yang pertama untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang meluas akibat dari pembakaran hutan untuk pembukaan lahan baru yang lebih evisien dari pada cara yang kedua.

4.2 Saran
Dari penelitian ini penulis menyarankan :
1. Mengsosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

2. Menyarankan kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan alat berat berupa buldoser untuk menggarap lahan kepada kelompok tani atau kredit lunak kepada kelompok tani/KUD.

3. Menyarankan agar masyarakat mengikuti car ayng di lakukan oleh masyarakat Desa Tebat Agung Kecamatan Rambang Dangku.


Komentar

Kamu harus login untuk memposting komentar. Saya belum mempunyai account, daftar sekarang!
Rating kamu: 0
tidak ada rating