Lanjutkan ke Netlog

detik lain
Halaman profil dari IshaqAbraham

IshaqAbraham

laki-laki - 41 tahun, Sukamaju cibungbulang Bogor, Indonesia
101 pengunjung

Blog 5

Bencana yang melanda bangsa bangsa di dunia akhir- akhir ini adalah sebuah bukti nyata akan keserakahan dan kesombongan manusia terhadap alam semesta yang selama ini kita hidup didalamnya, sungguh kini saatnya kita berbuat, menyelamatkan alam ini sebelum semuanya binasa. SAVE THE EARTH FOR YOUR CHLDREN AND SAVE THE WORLD FOR YOUR GENERATION! chat me to at http://id.shvoong.com/WebAgents/Redir.aspx?wID...


  • BISNIS PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM DASAWISMA

    BISNIS PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM DASAWISMA BERBASIS PERTANIAN TERPADU

    BISNIS BARU YANG MENGUNTUNGKAN DAN BARU DI BUKA
    SILAHKAN HUBUNGI 085782891476 -087870626431 DAN JADILAH YANG PERTAMA
    DI DAERAH KAMU JUTAAN RUPIAH AKAN MENGALIR TAK HENTI HENTI................


    Undang undang No.18 tahun 2008 mengamanatkan sebuah system pengolahan sampah yang bertumpu pada tanggung jawab pada produsen sampah untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah atau tempat usahanya masing masing. Begitu pula produsen aneka makanan, minuman serta produsen lainnya harus membuat kemasan yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Sehingga kebutuhan akan tempat pembuangan akhir sampah yang selama ini telah membunuh banyak manusia tak berdosa dapat dihindari.

    Kami melihat undang undang ini bukanlah membelenggu dan memberatkan masyarakat, manakala diolah dengan tepat, bahkan akan bernilai ekonomi yang luar biasa dan dapat mengentaskan pengangguran, kemiskinan bahkan dapat menjawab tantangan krisis energy dan listrik yang selama ini menghantui kita. Dengan system Pengolahan Sampah Berbasis Pertanian Terpadu semua tantangan itu dapat terjawab dan anda para calon peserta program akan menjadi jutawan berhati mulia karena menjadi pelopor penyelamat lingkungan yang akan mendulang rupiah tak henti henti, baik harian, mingguan, bulanan bahkan setiap tahun dan sepanjang masa anda akan terus menerus mendulang rupiah sebagai pelayan masyarakat berhati emas, jutawan yang berkepribadian dan hartawan yang budiman.

    Sistem ini dibangun dengan asas keadilan, kebersamaan dan gotong royong dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian terpadu yang diawali dengan pengolahan sampah organic sebagai bahan baku pupuk pertanian organic dan pengolahan sampah non organic perwujudan masyarkat modern yang menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Karena orang bijak dan berhati mulialah yang mampu membangun kekuatan ekonominya tanpa merusak alam dimana ia tinggal. Karena disadari atau tidak alam semesta ini hanyalah titipan anak cucu kita yang harus kita serahkan utuh dan dijaga kelestariannya dan bukan warisan yang dapat kita manfaatkan berdasarkan hawa nafsu dan keserakahan belaka.

    Bagaimana anda dapat terlibat dalam bisnis rasional dan menggiurkan ini?? Cukup hanya mengikuti Workshop 1 hari bersama kami, dan cakrawala entrepreneurship anda akan terbuka, dan anda bersiap siap menjadi hartawan yang budiman dan pelayan masyarakat dengan penghasilan tak terbatas!!!

    Dan inilah beberapa produk yang sementara ini dapat kami tawarkan kepada anda…selamat mempelajari dan selamat datang didunia bisnis yang menjunjung tinggi keseimbangan alam…

    KOMPOSTER ROTARY 2 In 1

    Syarat dan Ketentuan jadi Distributor Dasa Wisma :

    A. Syarat Menjadi Distributor
    1. Mengisi Formulir
    2. Mengikuti Training/Pelatihan selama 1 hari
    3. Membayar SHU (Surat Hak Usaha) sebesar Rp 250.000,-
    4. Menyediakan Gudang Penyimpanan 2 m2 x 3 m2
    5. Target Pelayanan minimal 40 Wisma
    6. Menandatangani MOU Distributor

    B. Keuntungan
    1. Mendapatkan selisih harga dari produk Komposter sebesar Rp 100.000,-
    2. Hak mengelola iuran dari pelayanan kebersihan wisma
    3. Hak mengelola limbah Nonorganik rasional rumah tangga.
    4. Hak mengelola pupuk organik padat dan cair
    5. Hak mendapatkan ID Card Distributor

    Syarat dan ketentuan menjadi Stokis Program Dasa Wisma

    A. Syarat
    1. Mengisi Formulir
    2. Mengikuti Training Enterpreneurship
    3. Membayar SHU (Surat Hak Usaha) sebesar Rp 500 juta.
    4. Menyediakan sarana penunjang antara lalin :
    a. Outlet
    b. Lahan pengolahan untuk pengolahan pupuk organik
    c. Armada angkutan / expedisi
    5. Target pelayanan sebanyak 500 distributor
    6. Membangun mitra tani dan ternak
    7. Membayar fee manajemen sebesar 12,5 % / bulan
    8. Menyediakan stok produk
    a. Komposter
    b. Starter (Bioaktivator)
    c. Pengaya nutrisi pupuk, ternak unggas, sapi dan ikan.

    B. Keuntungan
    1. Mendapatkan hak penjualan langsung komposter dan starter/bioaktivator
    2. Mendapatkan hak penjualan langsung pupuk padat organik dan cair organik.
    3. Mendapatkan hak langsung penjualan produk training program
    4. Mendapatkan hak exklusif waralaba greenfood organik
    5. Mendapatkan hak langsung distribusi produk makanan organic

    Analisis Usaha Calon Distributor Dasa Wisma

    Yang anda Investasikan
    1. SHU Dasa Wisma Rp 250.000,-
    2. Sample Produk Rp 1.200.000,-
    Total Investasi Rp 1.450.000,-

    Pendapatan Asumsi 40 Wisma
    Dp Komposter @ Rp 600.000 x 4 unit Rp 2.400.000,-
    Pelayanan Wisma @ Rp 15.000,- x 40 Rp 600.000,-
    Kompos Padat Rp 300,- x 240 kg Rp 72.000,-
    Penjualan non organik Rp 400.000,-
    Penjualan Komposter Rp 100.000 x 4 unit Rp 400.000,-

    Jumlah Total Pendapatan Rp 3.872.000,-

    Biaya-Biaya
    Dp Komposter Rp 600.000,- x 3 unit Rp 1.800.000,-
    Bayar Cicilan Bln 1 @ Rp 50.000 x 3 Unit Rp 150.000,-
    Jumlah Biaya bln Pertama Rp 1.950.000,-

    Pendapatan Distributor Bln 1
    Total Pendapatan – (Total Investasi + Biaya) = Rp 1.925.000,-

    Pendapatan Distributor Pada Bulan ke-2 :
    - Pelayanan Wisma @ Rp 15.000,- x 40 Rp 600.000,-
    - Kompos Padat Rp 300,- x 240 kg Rp 72.000,-
    - Penjualan non organik Rp 400.000,-
    - Penjualan Komposter Rp 100.000 x 4 unit Rp 400.000,-
    Jumlah Total Pendapatan Rp 1.472.000,-

    Pembayaran Cicilan Komposter Rotary 2 in 1
    @ Rp 50.000,- x 3 Unit Rp 150.000,-
    Maka Pendapatan Distributor pada bulan 2 Rp 1.325.000,-

    ANALISA BEP STOKIS

    1. Pendapatan Komposter dari Distributor
    1 x 4 Unit x @ Rp 100.000,- x Rp 500 Distributor Rp 200.000.000,-
    2. Pendapatan Starter Bioaktivator
    Rp 10.000,- x 2000 komposter Rp 20.000.000,-
    3. Pendapatan Training
    500 Distributor x @ Rp 100.000,- Rp 50.000.000,-

    Total Pendapatan Rp 270.000.000,-

    Asumsi untuk satu bln ada 50 Calon Distributor

    1. 5o Distributor x 4 Unit x Rp 100.000,- Rp 20.000.000,-
    2. Training 50 Peserta x Rp 100.000,- Rp 5.000.000,-
    3. Bioaktivator Rp 10.000,- x 200 Pcs Rp 2.000.000,-

    Total Pendapatan / Bln Rp 27.000.000,-

    ANEKA PRODUK UNGGULAN PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS PERTANIAN TERPADU

    Distribitor, agen ataupun stokis bukanlah hanya menjadi kepanjangan tangan distribusi barang, tapi para entrepreneur yang sanggup mengolah aneka potensi sekecil apapun yang akan menghasilkan nilai ekonomi, social dan moral yang besar dari usaha yang dibangunnya, karena hanya pebisnis yang mampu memadukan kekuatan moral, social dan ekonomilah yang akan mampu bertahan dalam persaingan global.

    Dengan tehnologi yang sederhana serta berorientasi pada keseimbangan alam, kami sediakan aneka produk turunan dari hasil pengolahan sampah dengan system Dasawisma yang kami tawarkan tentu saja selain kompos padat dan cair, karena kami berharap dengan hanya mengandalkan pada jasa pelayanan kebersihan dan pengolahan sampah organic dan non organic maka entrepreneur kami akan berjalan ditempat.

    Pada kesempatan ini, kami menawarkan produk turunan dari pengolahan sampah berbasis pertanian terpadu berupa:


    1. AYAM SEHAT ( yang dibesarkan dan dirawat dengan menggunakan nutrisi alami)
    Ayam adalah daging paling popular dan banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia, namun dengan pembesaran yang menggunakan aneka produk kimiawi, maka daging ayam dikonsumsi akan menjadi racun bagi tubuh dan bukannya protein hewani yang menyehatkan.
    Menyadari hal ini, maka kami sediakan ayam organic yang fresh dan sehat. Fresh? Karena daging ayam yang didistribusikan adalah ayam yang dipotong saat itu dan langsung didistribusikan kepada pemesan (kostumer) dengan jumlah ayam yang dipotong sesuai dengan pesanan yang hari sebelumnya dipesan. SEHAT??? Karena ayam pada peternak kami dibesarkan dengan aneka nutrisi alamiah yang tentu saja akan lebih aman dikonsumsi. Tapi soal rasa… ayam sehat tentu saja bagai ayam kampong dengan daging yang bertekstur lebih padat dan memiliki aroma khas daging segar bila dimasak kelak. Soal Harga ?? tentu sangat terjangkau, dengan moto SEHAT GA MESTI MAHAL ayam sehat kami tawarkan dengan harga Rp. 28500/kg dengan minimal order 50Kg/ agen/distributor dan 1500kg minimal order untuk stokis.

    2. INVESTASI PLASMA TERNAK AYAM

    Invetasi Plasma ternak ayam menggunakan system jumlah minimal ternak ( 4500ekor/kandang) yang telah kami uji sebagai sebuah investasi aman dan nyaman, karena setiap bulan (masa panen) pemilik investasi dapat menyusutkan nilai investasi sambil terus meraup untung, sementara modal yang telah diinvestasikan dikembalikan berdasarkan secara bertahap selama 60 bulan. Pemilik investasi setiap saat dapat mengontrol perkembangan ternaknya, karena sebelum dibangun kandang, kami sebagai fasilitator peternakan terpadu berbasis pertanian memberikan pendidikan dan pelatihan Peternakan Ayam Sehat serhingga factor factor penyebab kegagalan, dari awal dapat diminamlisir. Total investasi pembangunan kandang untuk 4500 ekor adalah 250 juta yang produknya akan ditampung oleh RPH Ayam Sehat Mitra kami. Kontrak Investasi ini berlaku untuk 5 tahun atau 60 bulan. Ketika habis masa kontrak maka kerjasama diperbaharui kembali dengan masa ikatan kontrak dalam masa yang sama dimasa berikutnya.
    Investasi ini bisa bersifat perorangan atau, kelompok dengan maksimal pemilik investasi sebanyak empat orang untuk satu kandang dengan daya tampung 4500 kepala ayam sehat.

    INVESTASI Plasma Ternak Ayam Sehat hanya berlaku bagi stokis, distributor dan agen Pengolahan sampah berbasis pertanian terpadu.


    3. TABUNGAN QURBAN
    Sistem pengolahan sampah berbasis pertanian terpadu membutuhkan banyak pupuk kandang sebagai pengaya aneka unsure kimiawi alamiah bagi pertanian organic, mengingat besarnya kebutuhan pupuk kandang, maka Program Tabungan Qurban adalah solusi bagi kaum muslimin yang berniat berqurban yang sesuai dengan syarat dan rukun hewan qurban disamping memberikan lapangan pekerjaan kepada buruh tani sebagai penyedia pakan dan penggemukan hewan Qurban yang disiapkan selama satu tahun.
    Setoran awal Tabungan Qurban Kambing sebesar 50 persen dan sisanya dicicil selama 10 bulan, kontrak Tabungan Qurban Kambing/Domba mencantumkan berat jenis serta species yang akan dijadikan Hewan Qurban pada hari Raya Idul Adlha tahun berikutnya, termasuk kesepakatan daerah distribusi hewan qurban.

    Pemilik Tabungan Qurban sewaktu waktu dapat mengecek kondisi serta keberadaan calon hewan qurbannya, karena kami akan mempertemukan antara pemilik tabungan qurban dan buruh tani yang melakukan pemeliharaan dan penggemukan. Begitu pula dengan jenis hewan qurban sapi, apabila pe-Qurban berniat menyemblih hewan qurban jenis sapi pada masa iedul Adlha tahun berikutnya.

    Distributor, agen dan stokis mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 50.000,- perekor hewan qurban yang dikordinirnya dan Rp. 100,000,- untuk tabungan qurban sapi

    Inilah satu satunya system bisnis yang tak akan mengenal kata bangkrut selamanya…Pengolahan sampah dengan system dasawisma berbasis pertanian terpadu. Kapankah bisnis ini akan mengalami kejenuhan dan berhenti???Jawabannya Ketika tak ada manusia lagi di muka bumi!!!

    Created by Ishaq Ibrahim
    Pimpinan Pusat Al Ghiffari Forest Community Indonesia
    Program 2010

  • Green life for green and clean community

    One morning, my memory is shaken a few years apart in time across an elementary school with a stomping songs though sung in a solemn chant, when it occurred to me dibank, how the tears, pain, loss of lives and property in the hands of the elders We maintain independence and sovereignty of the people in the archipelago that we love. The meaning of this song I do not understand it when the primary school, but my heart was shaking when I came in grade school located in the mountains and away from the crowds. I see the mother country 'm sad tears welled ........ gold diamond ......... you recall the ocean fields montane forest reserves are now the mother of wealth is sad whimper and pray .... Less is more like that of I have heard, and there really was not worth what we've done for this country than our predecessors. imagined betrayal of this nation's citizens who served on the greed in the name of democracy, the people and the interests of the people .......... .... When we remove the motherland tears that have been nursed and gave birth to this nation ?....................

    Let's plant a tree from now on

    Let's cut the rubbish heap of organic waste composting

    and live wisely, because your country is a surrogate son and grandson

  • LSM Perduli lingkungan dan hutan lestari


    INDONESIAN
    GREEN HOPE 2010
    TARUNA RIMBAWAN AFC INDONESIA

    [nickname]Forester AFC Indonesia[/nickname]
    I. Introduction Forest is a provider of oxygen in large quantities and in the process of photosynthesis, carbon dioxide alter forests produced by industrial activities and other human activities became oxygen needed universe. Destruction of forests as part of the ecosystem has created a greenhouse effect that climate change and the resilience of the body almost all the economic income of the whole society from natural disasters that never stopped. Given the above, the Al Ghifari Forest Community seeks the maximum through forest development activities back with Midshipman Rimbawan Indonesia and enlightening to the general public in order to achieve continuous development of the forest 2 (two) million hectares of biodiversity and that inhabit it annually, as that proclaimed the government through the Ministry of Forestry of Indonesia, one of the effects of natural destruction is kedaratan water overflowing in the form of flash floods and kedaratan seawater insultrasi, the development of new diseases befalling the community. The whole of this phenomenon will have a major impact on economic growth and recovery. One of the public awareness of the importance of forests is through afforestation campaign activities with students in all levels of education with the methods of cognitive, affective and psychomotor processing activities ranging from waste generated by the activities of the community timbulan processed waste into compost liquid and solid, and the use of various goods non-organic to increase revenue and financing activities. The real activity is the student community in the form of the introduction of compost processing techniques through a patterns 3M (Separate, reuse and recycle) as mandated by law - Law No. 18 of 2008 on domestic waste management and SMEs. Furthermore the compost produced from the planting medium to sow, grow up to treat a variety of plant species and timber MPTS species that will later become the wealth of Indonesia's natural forest and the young generation who will breathe more fresh air and the life of the world a more comfortable future. As we know, becoming a source of waste timbulan release of dangerous methane gas 100 times more than CO2, so the improvement of air, water and soil towards a better, must begin as a whole. This is possible because of the domestic wastewater treatment, school and community environments also berkaita closely with the needs of growing media, solid and liquid fertilizer needed by the process of seeding, planting and maintenance. With these two things implemented, we think, then the garbage problem is a burden the state budget and local budget in large numbers, can be eliminated with this program, while the improvement of critical land and forests through a process implemented to save seed school level will be the answer to the lack of seeds that will planted by the community and the future will reduce procurement costs by environmental activists Forester seedlings. These activities will be held nationally Seara bekerjasamna with the Department of Forestry of Indonesia. As our pilot project was carried out by environmental school junior and senior high school located in the region and the City of Bogor Regency

    II. VISION

    START CARING FOR THE NATURAL
    ENVIRONMENT FROM THE CLOSEST AND LEAST

    III. MISSION

    To provide public awareness to students at all levels to participate in waste reduction activities through timbulan patterns 3M (sorting / To divide, use back and Recycle) and make the results of organic waste as a medium for seeding, planting and fertilizer for the crops to be planted dilahan empty , marginal lands and watershed areas throughout the territory of the Republic of Indonesia. LEGAL BASIS The legal basis of this activity is the Act - Act No. 18 of 2008 concerning waste management and waste reduction and timbulan Presidential Decree no. 2008 of 24 years planting trees today.

    IV. FORM OF ACTIVITY
    forms of activities have been implemented in the form of applied educational processing of solid and liquid compost, seeding, planting and maintaining trees. With the amount of scattered seeding area schools - schools for program participants, the seed bank is required as a depot will be selected seedlings planted area of kwalitasnya before planting.

    V. V. ACTIVITY PATTERNS
    seed saving activities for our forests carried out in three patterns of activity.

    1. Composting techniques from timbulan trash, and making animal feed from scraps.

    2. Education and training in simple techniques and seed starting techniques applied seed selection, planting media preparation, fertilization to be ready for planting seeds and seedlings establishment of a bank depot located respectively at school and continued with the education and training of planting and maintenance of various plant species timber , MPTS and implemented the bamboo in the area around the forest, watershed and other critical lands and highway pillar provinces and districts to villages.

    3. Socialization of the use of solid organic fertilizer and liquid to the public through farmers' group leaders, extension workers and village heads who were in the region around the school.

    VI. Time and Place of Event

    Time and place of activities carried out regional networks Midshipman AFC Rimbawan Indonesia. This event will be attended by 500 people Rimbawan AFC Youth Cadre Indonesia from various schools in districts Bogor and its surrounding area, as well as members of the 1500 program participants' housing complex, with patterns of Waste Management 3 R (Reduce, Reuse and Recyle)

    VII. Thus concluding that the filing of our activities add, hopefully this small step to be part of a big step towards an independent Indonesia and sustainable forest. Amien

    Bogor, December 2009

    Central Executive
    Al Ghifari Indonesia Forest Community Indonesia

    Ishaq Ibrahim, SE

  • LSM Perduli lingkungan dan hutan lestari

    BAGIAN 1

    Awan hitam mulai menyelimuti teriknya matahari…. Angin berhembus kencang disambut barisan pohon albasia yang baru saja berusia sembilan bulan. Mereka menari nari, meliuk liuk kian kemari… sementara cicit anak anak burung yang baru belajar terbang meningkahi hembusan angin yang semakin kencang, mereka melompat dari satu ranting ke ranting yang lain. Kepak sayap mereka yang masih rentan terlihat lucu saat berusaha bertengger di ranting atau dahan yang dituju. Sembilan bulan usia pohon yang kami tanam, sembilan bulan pula aneka satwa yang dahulu jarang dilihat mulai menghiasi hari hari dikampung kami. Seandanya saja manusia tidak serakah dalam memanfaatkan alam semesta, pemandangan ini, mungkin akan berlanjut hingga ribuan tahun di masa mendatang. Sayang saja, mereka tidak perduli…sehingga pemandangan ini mungkin hanya akan disaksikan oleh kami, anak anak kami … entah cucu kami kelak.
    “ Kang …. Melamun?” Supardi Jangkung menyapaku dikejauhan. Ia lewati beberapa petak penyemaian pohon sambil tersenyum kecil. “Ah .. engga juga… ke sini par!... ngobrol sini!’ Sebatang rokok ia selipkan dibibirnya yang di penuhi kumis … kumis kebanggaannya sebagai pemikat wanita katanya.
    Ia duduk disebelahku… sambil menarik nafas panjang..” Ada apa par?... kok kayak yang sewot?”
    Ia hisap dalam dalam rokoknya sambil menundukan kepala…Matanya menerawang jauh, tampak kemarahan yang sangat besar dari raut wajahnya. “ Biasa kang…istri saya protes dengan kegiatan kita…dia nanyain apa hasil dari pulang malem, rapat engga berenti berenti… aksi social, penanaman, penyuluhan pengolahan sampah pokoknya semua deh! Sementara duit ga punya… kalau ngomong RI1, tapi kantong ga pangkat rt rt acan…”
    “ Lalu…. Mau berenti ngurusin LSM kita par?” tanyaku kecewa.
    “ Ya ... enggak lah kang... Cuma kita harus cari solusi supaya anggota kita bisa hidup layak, atau paling tidak, untuk urusan beras dan biaya sekolah anak engga’ keteteran..” Usulnya.

    Aku coba fahami keluh kesahnya, bisnis apa yang bisa aku kerjakan untuk memenuhi hajat dasar mereka. Memang tidak bisa dipungkiri, kami mahluk hidup yang butuh pakaian, makanan, biaya sekolah anak anak dan tentu saja rumah yang menjadi tempat tinggal, dan pada kenyataanya, masyarakat tidak mungkin kami mintai sumbangan untuk program kerja yang diperuntukan mereka, bila ada kawan kawan yang bisnisnya sudah jalan, penyemaiannya sudah punya mitra pembiayaan, para pengolah sampah sudah dapat bantuan dan pendapatanny sudah relatif setabil... rata rata mereka mulai ketakutan dimintain sumbangan. Setiap kali kami kunjungi mereka, ada saja keluhan ii dan itu, seakan akan kami membani mereka dengan pekerjan yang tidak masuk akal dan membuat mereka hidup susah, tetapi disisi lain, kami melihat rumah mereka semakin bagus, kendaraannya semakin bertambah .... tapi mengeluh tidak pernah juga berhenti. Aduhh bisnis apa ya?
    “ Kang ada ide engga’? urgen nih!” desaknya. “ Kan akang tahu sendiri, kita buat kegiatan, abis dananya 45 juta, dapat bantuan paling gede 10 juta, sisanya akang yang nombokin, baaatin kang! ….Tapi akang lihat pejabat yang kita Bantu programmnya, ganti mobil lagi …ganti mobil lagi.. anaknya sekolah keluar negeri istrinya baru pulang shopping dari singapur.... diatawarin mesin ini ... mesin itu sama pengusaha, proyek ini proyek itu, perusahaan ini perusahaan itu ... sampe sampe ... duitnya aja udah ga berseri kang! Ari akang....mobil kejual.. rumah digadein untuk biaya kegiatan...
    “ Stop stop! Jangan bernafsu kayak gini bos! Akang udah berusaha minta bantuan sama mereka … tapi kan jawabannya setengah hati… Tapi usulan kamu pasti saya fikirkan… besok atau lusa nanti saya kabarin”tukasku memotong kemarahannya….
    “ Par, akang punya beras sekarung.. kamu bagi dua aja, supaya istri kamu aga’ ademan”
    “ Ah akang mah kebiasaan, pasti nombokin sewot pake beras ama duit lagi, keluarga akang gimana? Saya denger beberapa bulan ini udah engga bayar SPP, Kang coba atuh kita rapat nanti malem, barangkali aja ada ide cemerlang dari temen temen ..”
    “ Jadi berasnya engga mau diambil ?”
    “ Eh akang bisa aja nyimpulin kayak gituh, beras mah penting atuh, bisa dicembetutin sepanjang waktu dong!” nyengir kuda ala pardi ... protes selangit, tapi untuk urusan jatah nomor satu.

  • DARI SAMPAH MENUJU PENGHIJAUAN

    Dari sampah menuju penghijauan
    solusi tuntas pemanasan global

    Pemanasan bumi telah mengakibatkan membengkaknya biaya produksi sector industri dan biaya hidup kita, karena akibat pemanasan global telah melahirkan bencana diberbagai tempat yang menelan kerugian yang tak terkira besarnya, baik yang terjadi secara masssal berupa banjir bandang dan kekeringan serta bencana lain maupun bencana yang bersifat sectoral seperti tidak menentunya cuaca yang berakibat pada gagal panen yang dialami oleh petani..

    Pemicu terbesar pemanasan global adalah akibat penggundulan hutan dan lahan, bergesernya fungsi daerah aliran sungai dan daerah resapan air yang tak terkendali, bahkan cendrung merusak ekosistem dan keasrian alam sekitar serta pola hidup kita dalam menangani sampah yang berasal dari aktifitas kita sendiri yang tidak ramah lingkungan.

    Akibat hutan yang gundul kita tidak memiliki penyimpan karbon dan penghasil oksigen, kita tertlalu tenang dengan julukan pemilik udara buruk padahal kita sama sama tahu cara mereduksi CO2 diatmosfer adalah dengan memanfaatkan pohon. Dedaunan mampu menyerap CO2 yang bertebaran diudara melalui proses fotosintesa yang berliku diikat dengan air kemudian disimpan dalam bentuk glukosa. Senyawa inilah yang kemudian menjadi bahan dasar organic yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan pohon itu sendiri. Semakin banyak jumlah pohon maka semakin tinggi pula CO2 yang ditampung. Sebagai asumsi dasar kita berfikir, bahwa setiap hectare komunitas vegetasi hutan dapat menghasilkan kurang lebih 200 ton perbulan, maka akan dihasilkan 600 juta ton oksigen pertahun, berdasarkan tarif dasar oksigen sebesar US 10 dolar perton pertahun, maka negera kita berpotensi mendapatkan devisa sebesar. Berdasarkan Protokol Kyoto, Negara - Negara pencemar lingkungan udara akan membayar sebesar 6.000.000.000 US dolar atau setara dengan 54 Trilyun pertahun. Kegiatan Oxygen export ini tentu saja akan terganjal oleh kita sendiri apabila system pengelolaan lingkungan tidak mengacu kepada system yang baik dan benar. Salah satunya adalah sistem pengolahan sampah kita yang masih menganut one pipe, kegiatan kumpul, angkut dan buang seperti yang telah dikerjakan bertahun tahun. Padahal dari tumpukan sampah di halaman rumah kita dan TPA sampah, kita memproduksi Gas methane yang bahayanya 100 kali lipat dari karbondioksida. Tumpukan sampah dengan air lindi yang dihasilkannya telah merusak ratusan hektar sawah dan ladang serta tambak ikan masyarkat, hal ini telah menjadikan ratusan orang menderita, mereka kehilangan mata pencaharian dan ancaman kelaparan serta krisis pangan, karena sampah tidak ditangani dengan benar. Air tanah tercemar oleh air lindi ( air yang tercampur sampah) hingga kedalaman 100 meter dari permukaan tanah, berjangkitnya berbagai penyakit fisik, psikilogis dan sosial. Sampah yang terbakar oleha proses alamiah dari gas methane di TPA atau yang sengaja dibakar di Tempat Pembuangan sampah sementara menghasilkan gas dioxan-furan yang bersifat karsinogenik yang dapat mengakibatkan kanker! Intinya penanganan dan pemeliharaan lingkungan kita kurang bijaksana, karena apapun yang kita kerjakan hari ini, tentu akan berdampak terhadap anak cucu kita dikemudian hari.

    Jika kita tidak mengambil tindakan secepatnya dalam menangani dua hal diatas, maka akan terjadi kekurangan air bersih, hilangnya delta sungai Nil, sepertiga Bangladesh terancam, hilangnya kepulauan Maldives dan pula pulau kecil di Indonesia, gurun sahara bergerak dari Meditrania kearah selatan spanyol dari sicilia, pantai pantai Meditrania akan hilang dengan meningkatnya permukaan air laut, hutan hutan akan rusak akibat panas dan kekeringan (Kanada, Rusia, Amazon, Indonesia), pencairan gunung es disertai tanah longsor, rusaknya fondasi pipa saluran minyak, ancaman topan badai dan bukan Cuma itu, anak - anak dan orang dewasa akan menderita penyakit pernafasan dan yang lebih menghawatirkan Es di kutub mengalami penyusutan akbiat pemanasan Global ( UNEP. Dini AR 2007)

    Berdasarkan hal yang disampaikan diawal tulisan ini, harus ada sebuah kebijakan dan kemauan politik serta keputusuan institusional birokrasi untuk memperbaiki nasib warga bangsa agar dapat hidup lebih sejahtera di bumi pertiwi yang kita cintai.
    Oleh karena itu seluruh jajaran Al ghiffari Forest Cimmunity Indonesia beserta anggota Taruna Rimbawan bermaksud menyelenggarakan proses sosialisasi dan kegiatan pendidikan serta latihan warga masyarakat Kabupaten Bogor untuk dapat mengolah sampah mereka sendiri dengan baik dan benar sesuai dengan UU No.18 tahun 2008 ayat 28 tentanga pengurangan timbulan sampah dari produsen sampah, dalam hal ini warga yang telah berkontribusi sebesar 58 percen timbulan sampah yang tersebar di TPA, kebun dan sungai - sungai yang berakhir di pintu - pintu air DKI Jakarta.
    Pengelolaan timbulan sampah yang baik dan benar dapat berakibat pada perbaikan udara, menghasilkan kompos yang dapat bermanfaat untuk masyarakat petani dan wanatani, menghasilkan briket, biogas dan bio ethanol 70 percen atau setara dengan minyak tanah, peningkatan pendapatan warga melalui usaha daur ulang dan angkutan sampah dan tentu saja akan berujung pada pengurangan pengangguran di Republik Indonesia yang kita cintai.

Tag blog